CSR - Sampoerna Rescue (3)
Keberlanjutan

Sampoerna untuk Indonesia

Kontribusi Kami untuk Indonesia

 

Inisiatif CSR kami digabungkan di bawah payung “Sampoerna untuk Indonesia”.

Bagi Sampoerna, berinvestasi pada kesejahteraan masyarakat luas sama pentingnya dengan berinvestasi pada masa depan bisnis kami.

Pendekatan ini memicu Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang beragam dan dikelompokkan menjadi empat kategori:

1. Akses Terhadap Pendidikan;

2. Peluang Ekonomi;

3. Pemberdayaaan Perempuan; dan

4. Tanggap Bencana dan Kesiapsiagaan.


sui-logo-white-bg-vertical

Kami memberi dukungan kepada berbagai program tanggung jawab sosial, dengan tujuan untuk meningkatkan standar hidup di area dimana karyawan kami tinggal dan bekerja, juga untuk petani yang menjadi sumber tembakau kami. Setiap inisiatif CSR dibuat untuk memberikan dampak langsung dan berkelanjutan pada penerima manfaat.

Pendidikan_Perempuan
Bencana_Ekonomi
Sampoerna Rescue (SAR)

SAR telah beroperasi selama 14 tahun. Selama ini, peran serta penyelamatan SAR telah diakui di tingkat lokal dan nasional. Di tahun 2016, SAR melaksanakan delapan misi kemanusiaan di Pasuruan, Solo, Garut, Karawang, Labuan, Pandeglang, Aceh dan Bima. Misi tersebut memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat di 53 lokasi yang terletak di 49 kabupaten/ kota dan 14 provinsi di Jawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali dan Sulawesi. Kegiatan ini memberi manfaat kepada sekitar 13.000 orang.

 

Sampoerna Rescue Training Center (SAR-TC) 

Sampoerna terus memaksimalkan pusat pelatihan bencana, Sampoerna Rescue Training Center (SAR-TC), yang dibangun pada tahun 2012. Di sepanjang tahun 2016, SAR-TC memberikan pelatihan Kesiapsiagaan Bencana sebanyak 13 kali dengan melibatkan beberapa institusi seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Palang Merah Indonesia Malang, sejumlah universitas dan beberapa kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Pasuruan, Tuban, Jombang, Kediri, Tulung, Gresik, Pidie Jaya, dan Bima. Hal ini juga termasuk kerjasama dengan Perwakilan Manajemen Lumpur Sidoarjo. Sebanyak hampir 600 orang menerima manfaat dari kegiatan ini.

 

Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna (PPKS)

PPKS didirikan tahun 2007 di Pasuruan, Jawa Timur. Selama tujuh tahun terakhir, PPKS telah menerima kunjungan dari berbagai pemangku kepentingan di Indonesia. PPKS telah mengadakan berbagai pelatihan bagi 23.000 penerima. Untuk upaya tersebut, PPKS menerima penghargaan dari Kementerian Koperasi & UKM sebagai salah satu Tokoh Pengusaha dan Pemimpin Perusahaan Penggerak UKM di Indonesia, serta penghargaan dari media serta organisasi terkemuka lainnya.

 

Dalam aspek pemberdayaan perempuan, kami percaya bahwa perempuan memainkan peranan penting di masyarakat. Oleh karena itu, Sampoerna menyadari pentingnya pemberdayaan perempuan untuk mencapai potensi mereka sepenuhnya agar mendapatkan peluang yang setara dan mendapatkan keamanan ekonomi dalam lingkungan yang bebas dari diskriminasi gender.

“PKK Sampoerna membina dan mendampingi saya dalam mengembangkan usaha keripik agar produk saya memiliki kualitas yang baik, seperti rasa yang lebih enak, kemasan lebih tebal, desain label lebih menarik, punya izin dari Dinas Kesehatan dan pengolahan yang lebih higienis."
  • Hajjah Liana, PPK Sampoerna 2005

Dukungan Kami

 

Pendanaan di tahun 2017 untuk program-program ini didapatkan dari kontribusi Sampoerna sebanyak Rp21 miliar serta alokasi langsung dari perusahaan induk kami, Philip Morris International, sebesar Rp66 miliar, untuk investasi di berbagai inisiatif lokal yang dibuat oleh Perseroan. Kontribusi ini dan pengimplementasiannya disalurkan melalui sejumlah organisasi masyarakat yang telah lama bermitra dengan kami.

Pengobatan Gratis pasca banjir bandang di Bima - NTB