sustainability_good_agricultural_practices_1920x429
Keberlanjutan

Praktik Pertanian yang Baik

Program Kemitraan dengan Petani Tembakau

 

Sampoerna menerapkan Sistem Produksi Terpadu melalui para pemasok tembakau yang menjalin kontrak langsung dengan para petani tembakau. Para petani diberikan dukungan teknis, finansial, serta sosial, mulai dari perencanaan, penanaman hingga penjualan.

 

Program Sistem Produksi Terpadu telah diimplementasikan sejak tahun 2009. Saat pertama kali dijalankan hanya 5.000 petani yang berpartisipasi dengan luas lahan sekitar 6.000 hektar persegi. Pada tahun 2017, jumlah petani yang berpartisipasi telah mencapai 27.500 orang dengan luas lahan 24.000 hektar persegi.

 

Fokus pertanian tembakau melalui Sistem Produksi Terpadu adalah:

  1. Implementasi Praktik Pertanian yang Baik / Good Agricultural Practices (GAP) dan Kode Praktik Pekerja Pertanian / Agricultural Labor Practices (ALP).
  2. Integritas produk yang meliputi, antara lain, pengurangan Non-Tobacco Related Materials (NTRM) dan residu zat pelindung tanaman.
  3. Perbaikan rantai suplai tembakau melalui Sistem Produksi Terpadu.
  4. Produksi tembakau yang berkesinambungan untuk mencukupi kebutuhan domestik.
Fakta Kemitraan Pertanian Tembakau

GAP terdiri dari tiga pilar utama, yaitu:

1. Tanaman

Secara bertahap menanggulangi isu-isu pekerja di pertanian, termasuk pencegahan pekerja anak, serta memastikan lingkungan kerja yang aman dan adil.

 

2. Masyarakat

Mengurangi dampak pertanian tembakau pada lingkungan: air, hutan, dan energi.

 

3. Lingkungan

Mendorong pertanian tembakau yang menguntungkan dalam aspek kualitas, produktivitas, dan integritas.

pmi keyfact icon 4
ATURAN ALP
 
pmi keyfact icon 32
PROGRAM PELATIHAN
 
pmi keyfact icon 11
PEMANTAUAN DAN VERIFIKASI EKSTERNAL
 
pmi keyfact icon 18
HUBUNGAN DENGAN PIHAK TERKAIT
 

Praktik Tenaga Kerja Pertanian 

Kami menciptakan pedoman khusus yang dikenal dengan Pedoman Tenaga Kerja Pertanian (atau ALP). Melalui praktik ALP, kami ingin memastikan bahwa buruh tani di dalam produksi tembakau memiliki jaminan keamanan, kesejahteraan, dan perlindungan dari isu-isu ketenagakerjaan.

Sampoerna bekerja sama dengan para pemasok serta petani dalam menjalankan program ALP. Kami telah menyelesaikan fase pertama ALP yang merupakan fase komunikasi dan edukasi terhadap petani tentang isu-isu ALP. Proses berikutnya akan menitikberatkan pada pengawasan dan asistensi tenaga pendamping lapangan (Field Technician) terhadap kepekaan petani dalam mengatasi isu-isu ALP.

“Sampoerna berkomitmen dalam menghilangkan pekerja anak di area pertanian tembakau, khususnya di wilayah yang merupakan sumber tembakau Sampoerna. Hal ini merupakan bagian dari penerapan Pedoman Tenaga Kerja Pertanian.”
  • Ervin Laurence Pakpahan, Head of Stakeholders, Regional Relations & CSR Sampoerna

Sikap Melawan Pekerja di Bawah Umur

Kami menerapkan kebijakan ketenagakerjaan dari perusahaan induk kami, PMI, yang menetapkan batas usia minimum dan melarang kerja paksa di semua kantor dan pabrik kami di seluruh Indonesia.

Sampoerna untuk Indonesia turut mendukung pencanangan sikap kami melalui After School Program (ASP) yang telah memasuki tahun ketiga dan sudah berhasil mengurangi keterlibatan anak usia sekolah dasar (SD) di perkebunan tembakau hingga 90%.

pmi keyfact icon 5
KEBIJAKAN PEKERJA DI BAWAH UMUR
 
pmi keyfact icon 19
DUKUNGAN DI LAPANGAN
 
pmi keyfact icon 21
INVESTASI TERHADAP KOMUNITAS
 
asp-lombok-1-01