Image Banner - GAP
Keberlanjutan

Praktik Pertanian yang Baik

Pertanian Tembakau

Program kemitraan yang dinamakan Sistem Produksi Terpadu bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas tembakau di Indonesia sehingga para petani dapat bersaing dalam rantai pasar nasional maupun global. Program yang sarat inovasi ini dilakukan melalui perusahaan pemasok tembakau sejak 2009 dan telah melibatkan 27.500 petani dengan luas lahan 24.500 hektar.

Dalam pelaksanaannya, Sistem Produksi Terpadu akan melibatkan tiga komponen utama yakni Petani, Pemasok, dan Pabrikan. Sampoerna sebagai pabrikan akan mendapatkan jaminan pasokan tembakau dengan tingkat kualitas dan mutu terbaik sesuai standar yang ditetapkan. Sementara itu bagi petani, program ini akan memberikan peningkatan pendapatan sebagai hasil dari produksi dengan mutu yang lebih tinggi hingga jaminan pasar yang baik.

Program Sistem Produksi Terpadu menerapkan Praktik Pertanian yang Baik (Good Agricultural Practices atau GAP) sebagai bentuk pendidikan kepada petani agar mampu memproduksi tembakau secara produktif, efisien dan bersaing, serta berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dalam hal ini, prinsip keberlanjutan tidak hanya mencakup aspek teknis dari pertanian tetapi juga terkait dengan praktik pekerja pertanian.

Fakta Kemitraan Pertanian Tembakau

Kami mendukung GAP dengan Program Tenaga Kerja Pertanian atau dinamakan Agriculural Labor Practices (ALP)  yang terdiri atas empat komponen kunci:

pmi keyfact icon 4
ATURAN ALP
 
pmi keyfact icon 32
PROGRAM PELATIHAN
 
pmi keyfact icon 11
PEMANTAUAN DAN VERIFIKASI EKSTERNAL
 
pmi keyfact icon 18
HUBUNGAN DENGAN PIHAK TERKAIT
 

Praktik Tenaga Kerja Pertanian 

Kami menciptakan pedoman khusus yang dikenal dengan Pedoman Pekerja Pertanian ( atau ALP). Melalui praktik ALP, kami ingin memastikan bahwa buruh tani di dalam produksi tembakau memiliki jaminan keamanan, kesejahteraan, dan perlindungan dari isu-isu ketenagakerjaan.   

Sampoerna bekerja sama dengan para pemasok serta petani dalam menjalankan program ALP. Kami telah menyelesaikan fase pertama ALP yang merupakan fase komunikasi dan edukasi terhadap petani tentang isu-isu ALP. Proses berikutnya akan menitikberatkan pada pengawasan dan asistensi tenaga pendamping lapangan (Field Technician) terhadap kepekaan petani dalam mengatasi isu-isu ALP.

Praktik Pertanian yang Baik (GAP) terdiri dari tiga pilar utama, yaitu CROP atau tanaman, PEOPLE atau orang/petani dan ENVIRONMENT atau lingkungan. Masing-masing pilar memiliki standar pengukuran yang digunakan sebagai panduan dalam melaksanakan praktik pertanian yang baik.

 

  1. Pilar CROP (tanaman) mengkaji semua hal terkait dengan integritas dari varietas tanaman, pengelolaan unsur hara, pengelolaan persemaian serta lahan, antisipasi siklus hama dan penyakit, seputar tahapan panen, tahapan pengolahan dan persiapan penjualan, integritas produk dan skala ekonomis pertanian.
  2. Pilar ENVIRONMENT (lingkungan) berkaitan dengan bagaimana menjaga kelangsungan air bersih, tanah, mengelola sampah atau limbah, energi dan material, serta keanekaragaman hayati.
  3. Pilar PEOPLE (orang) meliputi aturan terkait pekerja anak, pendapatan dan jam kerja, perlakuan yang adil, kerja paksa, lingkungan kerja yang aman dan menunjang keselamatan, kebebasan berserikat, dan patuh serta taat pada hukum yang berlaku
Program ini adalah wujud komitmen Sampoerna dalam mengembangkan potensi anak-anak di lingkungan pertanian tembakau.
  • Ervin Laurence Pakpahan, Head of Stakeholders, Regional Relations, & CSR

Sikap Melawan Pekerja di Bawah Umur

Kami menerapkan kebijakan ketenagakerjaan dari perusahaan induk kami, Philip Morris International ("PMI"), yang menetapkan batas usia minimum dan melarang kerja paksa di semua kantor dan pabrik kami di seluruh Indonesia.


Sampoerna untuk Indonesia (SUI) ikut mendukung pencanangan perintah melalui program pendidikan After School Program (ASP) yang telah memasuki tahun ketiga dan sudah berhasil mengurangi keterlibatan anak usia sekolah dasar (SD) di perkebunan tembakau hingga 90%.

pmi keyfact icon 5
KEBIJAKAN PEKERJA DI BAWAH UMUR
 
pmi keyfact icon 19
DUKUNGAN DI LAPANGAN
 
pmi keyfact icon 21
INVESTASI TERHADAP KOMUNITAS
 
Addressing the challenges of child labor
Bagikan Cerita Ini