October 12, 2017

Sampoerna Raih Penghargaan Stand Terbaik di Trade Expo Indonesia 2017

trade expo04
Mengusung cerita inspiratif tentang Sampoerna Retail Community (SRC), program kemitraan (Integrated Production System/IPS) dengan petani tembakau, serta Sigaret Kretek Tangan (SKT), Sampoerna dianugerahi stand terbaik ketiga dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2017. Ajang tahunan ini diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan didukung oleh para perusahaan terkemuka di Indonesia, termasuk Sampoerna. TEI digelar selama seminggu pada tanggal 11-15 Oktober 2017 dalam rangka peningkatan nilai ekspor dan pembukaan pasar-pasar ekspor baru.

Presiden Joko Widodo bersama dengan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita resmi membuka TEI 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Rabu (11/10). Dalam tur pasca pembukaan di hari pertama, Mendag turut mengunjungi stand Sampoerna didampingi oleh Direktur Independen External Affairs Yos Adiguna Ginting. Dalam kunjungannya, Mendag sempat berbincang dengan Sukmawati dan Jaja Jaenudin, pemilik toko yang sudah tergabung dalam SRC dari Yogyakarta dan Cirebon, Jawa Barat.

Pada hari kedua (12/10), stand Sampoerna diramaikan para jurnalis yang hadir dalam diskusi media tentang program kemitraan. Turut berbicara dalam diskusi adalah Deputi Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementeriaan Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Kebijakan Publik Danang Girindrawardana, Manager Leaf Agronomy Sampoerna Bakti Kurniawan, Manager Clove Agricultural Program Sampoerna Yuda Wasisto, perwakilan PT Sadhana Arifnusa selaku pemasok tembakau, serta petani tembakau asal Wonogiri Siswanto. 

Bakti Kurniawan mengatakan program kemitraan terus diperkuat agar petani tembakau memiliki pangsa pasar yang jelas dan industri tembakau pun memiliki kepastian bahan baku. "Melalui kemitraan diharapkan punya kepastian pasokan barang yang berkelanjutan dan dengan kualitas yang baik, itu mengapa kami menginisiasi proses kemitraan ini," ujar Bakti.

Dalam diskusi, Bakti pun menceritakan bahwa program kemitraan telah diperkenalkan via pemasok tembakau kepada sejumlah petani yang berada di daerah penghasil tembakau di lndonesia seperti Rembang, Lombok, Wonogiri, Malang, Jember, Blitar dan Lumajang. Sejak diperkenalkan tahun 2009, kini 27.500 petani dengan luas lahan 24.500 hektar sudah tergabung dalam program tersebut.

Keikutsertaan Sampoerna dalam TEI 2017 bertujuan memperkenalkan kontribusi perusahaan bagi Indonesia. Sampoerna bangga dapat meraih penghargaan stand terbaik langsung dari Enggartiasto Lukita. Pencapaian ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas functions di Sampoerna. Selamat!
CORPORATE & EXTERNAL COMMUNICATIONS