October 18, 2018

#AyoUKMIndonesia: Sampoerna Dukung Pemberdayaan UKM di Indonesia

DIM_5234

PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) memiliki komitmen yang besar untuk mendukung upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Pada Kamis (18/10/2018), Sampoerna mengadakan sebuah diskusi interaktif yang melibatkan pakar ekonomi, tokoh dunia usaha, serta pelaku dan komunitas UKM di Jakarta. Diskusi ini bertujuan membahas lebih lanjut mengenai peluang sinergi dan potensi pemberdayaan UKM sehingga berdaya saing, mandiri, berkualitas serta mampu mendorong perekonomian baik nasional maupun daerah.

Elvira Lianita selaku Direktur Urusan Eksternal dan Fiskal PT HM Sampoerna Tbk. menjelaskan, dukungan ini dilakukan melalui pemberdayaan yang berkelanjutan. “Kami berharap, upaya ini akan mampu meningkatkan jumlah pelaku UKM yang berdaya saing tinggi serta turut memutar roda perekonomian di daerahnya masing-masing,” kata Elvira.

Data dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) pada 2016 menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, kontribusi sektor UKM terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat dari 57,84% menjadi 60,34%, sedangkan penyerapan tenaga kerja dari sektor tersebut juga tumbuh dari 96,99% menjadi 97,22%. Hal ini menunjukkan bahwa peran UKM semakin strategis dalam mendukung perekonomian Indonesia.

Pakar pemasaran Yuswohady menegaskan, saat ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mengembangkan UKM di Indonesia. Pasalnya, sektor ini masih memiliki potensi yang luar biasa untuk berkembang.

“Pemberdayaan yang berkelanjutan dalam bentuk pengembangan kapabilitas dapat dilakukan melalui pendampingan berkelanjutan dan pemberian akses terhadap sumber daya produktif. Dengan demikian, mereka menjadi mampu memanfaatkan kesempatan yang terbuka dan potensi yang tersedia,” kata Yuswohady.

Hal ini disepakati oleh Danang Girindrawardana selaku Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). Menurutnya, sinergi dan kolaborasi sangatlah penting.

“Dunia usaha memiliki kemampuan dan jejaring untuk membantu pengembangan sektor UKM agar lebih berdaya saing. Untuk merealisasikannya, pendampingan dan pengembangan kapabilitas jangka panjang menjadi kunci. Bukan hanya dalam bentuk pelatihan dari hulu ke hilir, namun juga perlu ditindaklanjuti dengan membuka pasar untuk mereka,” kata Danang.

         Bagi Sampoerna, dukungan terhadap UKM adalah komitmen dan investasi jangka panjang. Sebagai bukti konkret, Sampoerna melalui Sampoerna Retail Community (SRC) telah mengembangkan 57 peritel di tahun 2008 hingga menjadi lebih dari 60.000 peritel di tahun 2018 dan tersebar di 408 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia.

Henny Susanto selaku Head of Commercial Business Development Sampoerna menerangkan, SRC merupakan program pembinaan Sampoerna terhadap peritel tradisional melalui edukasi penataan toko, strategi pemasaran, dan manajemen keuangan.

“Selain best practice dari internal perusahaan, banyak pula terapan ilmu pemasaran yang dibagikan kepada para mitra anggota SRC termasuk sharing session bersama pakar ternama di bidang pemasaran. Dukungan yang kami berikan dapat menumbuhkan kesadaran dan semangat para peritel tradisional untuk terus mengembangkan bisnis yang mereka miliki,” katanya.

Ketut Suarjana yang merupakan salah seorang mitra SRC asal Bali pun menuturkan pengalamannya selama bergabung dengan SRC. “Berkat SRC, usaha saya menjadi berkembang dan mandiri. Kini saya sudah bisa menggerakkan komunitas sekitar untuk memajukan wirausaha mereka dan maju bersama-sama. Saya berharap kerja sama ini akan terus terjalin dengan baik, dan ke depannya akan lebih banyak peluang yang bisa diraih bersama SRC.”

Tak hanya itu, sejak 2007 Sampoerna juga memberikan pelatihan kewirausahaan kepada sekitar 40.000 orang melalui program Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna (PPK Sampoerna). Saat ini, PPK Sampoerna yang terletak di Pasuruan, Jawa Timur, telah menjangkau 79 kota/kabupaten di Indonesia, serta menerapkan 90 riset terapan yang teruji di bidang pertanian terpadu.

Ibu Karyani, wirausahawan binaan PPK Sampoerna yang merintis usaha minuman herbal dengan merk Kesiman Jaya, mengaku menerima manfaat yang tidak hanya meningkatkan usaha kecilnya namun juga membuka peluang kesempatan.

“Saya mulai usaha 18 tahun lalu dengan bermodalkan Rp 50.000 dan keinginan kuat untuk mengolah berbagai hasil bumi yang sangat bermanfaat. Usaha ini akhirnya semakin berkembang ketika saya bermitra dengan PPK Sampoerna. Saya mendapatkan pelatihan menyeluruh untuk lebih memahami pasar, pentingnya pengemasan produk, hingga penggunaan alat untuk proses produksi yang lebih efisien,” kisahnya.

Tak diragukan lagi, SRC dan PPK Sampoerna tumbuh menjadi ekosistem UKM yang secara nyata mampu memperkuat ekonomi kerakyatan Indonesia. Keduanya mampu menggerakkan roda perekonomian lokal serta memberdayakan masyarakat sekitar.

“Ke depannya, Sampoerna ingin merangkul lebih banyak lagi pemangku kepentingan agar cakupan manfaat dari program pemberdayaan yang kami inisiasi bisa merata di seluruh Indonesia,” tutup Elvira.

DIM_5034

DIM_5261

CORPORATE & EXTERNAL COMMUNICATIONS