Mengatur Produk-Produk Tembakau - Regulating Tobacco Products

Sektor tembakau telah ditetapkan sebagai salah satu komoditas strategis nasional, yang mencerminkan tingginya daya serap tenaga kerja dan kontribusi industri terhadap pendapatan negara. Menurut data Pemerintah1, sektor tembakau memiliki lebih dari 6 juta tenaga kerja, yang bekerja dalam sektor pertanian, manufaktur, penjualan dan distribusi. Pada tahun 2014, Penerimaan Negara dari cukai rokok adalah sebesar Rp 112,5 triliun atau setara 9,8% dari total penerimaan pajak Negara.

Regulasi tembakau di Indonesia saat ini diatur oleh Peraturan Pemerintah No. 109 Tahun 2012 (PP No. 109 / 2012) tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan dan Undang-Undang Republik Indonesia No. 36/2009 tentang Kesehatan. 

PANDANGAN KAMI

Sampoerna berkomitmen untuk mematuhi peraturan perundangan yang berlaku dalam melakukan kegiatan usahanya, termasuk Peraturan Pemerintah No. 109/2012 yang mengatur tentang:

  • kewajiban pencantuman peringatan kesehatan berbentuk gambar dan tulisan pada kemasan serta materi iklan produk tembakau;
  • pelarangan penjualan produk tembakau bagi anak di bawah 18 tahun dan perempuan hamil;
  • pembatasan iklan, promosi dan sponsor produk tembakau.

Sejak disahkannya PP No. 109/2012, Sampoerna telah menerapkan dan mematuhi ketentuan-ketentuan tersebut sesuai dengan waktu pelaksanaan yang diwajibkan dalam PP 109/2012.  

Sebagai wujud komitmen Sampoerna dalam mencegah anak merokok, secara sukarela Sampoerna melaksanakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mitra dagang Sampoerna dan masyarakat pada umumnya akan pelarangan penjualan rokok kepada anak seperti yang diatur dalam PP No 109/2012. Program tersebut dilaksanakan melalui aktivitas edukasi kepada para mitra dagang yang disertai dengan penempatan sticker, wobbler, dan tent card yang memuat informasi tentang ketentuan PP No 109/2012 terkait pelarangan pembelian, penjualan dan konsumsi rokok oleh anak di bawah 18 tahun. Program tersebut dimulai pada tahun 2013, dan hingga kuarter kedua tahun 2015, perusahaan telah menjangkau hampir 30.000 gerai penjualan di seluruh Indonesia.

Sampoerna percaya pada aturan industri tembakau yang efektif, berbasiskan bukti, dan dapat ditegakkan dalam melindungi penghidupan jutaan pekerja, petani, dan pedagang, serta kesinambungan sektor tembakau, yang merupakan kontributor utama terhadap keuangan negara dan industri ekspor yang berkembang.

 

The tobacco sector has been designated as a nationally strategic commodity, reflecting the sector's labor intensiveness and contributions to state revenue. According to Government data1 the tobacco sector employs over 6 million people in growing, manufacturing, sales and distribution sectors. In 2014, state income from cigarette excise tax was Rp112.5 trillion, or equivalent to 9.8% of total State tax revenue.

In Indonesia, tobacco is currently regulated by Government Regulation (GR) No. 109 of 2012 on the Control of Goods Containing Addictive Substance of Tobacco Product for Health and Law No. 36 of 2009 on Health.

OUR VIEW

Sampoerna is fully committed to comply with the prevailing laws and regulations in conducting its business activities, including PP 109/2012 which regulate below points:

  • The obligation to include the graphical health warnings on the packaging, advertising materials of tobacco products;
  • The prohibition of sales of tobacco products to children under 18 years old and pregnant women;
  • Restrictions on advertising, promotion and sponsorship of tobacco products.

Since the implementation of Government Regulation No. 109/2012, Sampoerna has implemented and complied with its provisions in accordance with the given timeline set by Government Regulation 109/2012.

As a form of Sampoerna’s commitment in preventing children from smoking, Sampoerna voluntarily implemented a program that aims to raise awareness of Sampoerna’s business partners and the public in general regarding the ban of cigarettes sale to children, as stipulated in Government Regulation No. 109/2012. The program is implemented through educational activities to our business partners, along with the placement of stickers, wobblers and tent cards containing information on the provisions of Government Regulation No. 109/2012 related to the prohibition of the purchase, sale and consumption of cigarettes by children under 18 years old. The program started in 2013 and by the second quarter of 2015, the company has expanded the coverage of the program to reach nearly 30,000 sales outlets throughout Indonesia.

Sampoerna believes in effective, evidence-based and enforceable tobacco industry regulations in order to protect the livelihoods of millions of Indonesian workers, farmers and retailers as well as the sustainability of Indonesia’s tobacco sector, which is a key contributor to the national treasury and a growing export industry.

Sektor tembakau merupakan salah satu komoditas strategis nasional

The tobacco sector is one of nationally strategic commodities

Set cookie preferences