Berita Pers

“Indonesia Dikepung Skandal, Apa kabar Jurnalisme Investigatif?”

29 Maret 2011

Diskusi Publik Kerjasama Anugerah Adiwarta Sampoerna Dan Aliansi Jurnalis Independen

Jakarta, 29 Maret 2011 – Kabel diplomasi kedutaan besar Amerika Serikat di Jakarta bocor. Bocoran itu diunggah di situs Wikileaks. Diantara ribuan korespondensi itu, terdapat cerita mengenai skandal-skandal yang dilakukan tokoh politik Indonesia. Presiden, ibu negara, ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan tokoh lain disebut-sebut melakukan beberapa skandal. Namun demikian, berita-berita skandal tersebut jarang dikupas tuntas oleh media. Satu skandal muncul, lalu tenggelam oleh berita skandal yang baru. Begitu seterusnya, hingga berita-berita skandal bagaikan mosaik-mosaik cerita yang terpenggal. Berita skandal bagai dongeng yang tak selesai dikisahkan. 

Untuk kembali mengingatkan pentingnya peran jurnalisme investigasi dalam mengungkapkan sebuah permasalahan secara utuh dan faktual kepada masyarakat, Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI), menyelenggarakan sebuah diskusi publik bertajuk “Indonesia Dikepung Skandal, Apa kabar Jurnalisme Investigatif?”. Diskusi ini sekaligus menandai peluncuran AAS tahun keenam. 

Hadir sebagai narasumber dalam diskusi ini adalah Atmakusumah Astraatmadja, wartawan senior dan juga anggota juri Anugerah Adiwarta Sampoerna 2011, Nezar Patria, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen Indonesia, dan Metta Dharmasaputra, wartawan investigatif Tempo serta dipandu oleh Najwa Shihab, jurnalis Metro TV. 

“Jurnalisme investigasi merupakan sebuah elemen penting dalam jurnalistik di tanah air. Kami percaya, laporan investigasi yang ditulis berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dari penyelidikan dapat menyajikan kebenaran demi kepentingan masyarakat. Untuk itu, sejak tahun lalu, Anugerah Adiwarta Sampoerna terus mendorong tumbuhnya karya-karya investigatif berkualitas di media dengan memberikan penghargaan tertinggi,” demikian dikatakan Yos A. Ginting, Direktur PT HM Sampoerna Tbk. “Kesadaran akan pentingnya jurnalisme investigasi ini juga melatarbelakangi AAS untuk menyelenggarakan diskusi publik bersama AJI.”

Kepedulian serupa juga dimiliki oleh AJI, sebagai sebuah organisasi independen yang memperjuangkan profesionalitas dan kebebasan pers. “Sampai saat ini, jurnalisme investigasi baru merupakan impian bagi dunia pers Indonesia. Beberapa jurnalis sudah mencobanya, tapi sebagian besar belum memulai itu,” demikian dikatakan Nezar Patria, Ketua Umum AJI. “Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa jurnalisme investigasi tidak berkembang di negeri ini. Apakah industri media kita tidak mendukung? Atau ada sebab lain? Kami berharap pertanyaan ini dan sejumlah pertanyaan lainnya dapat terjawab dalam diskusi ini,” tambahnya. 

Kerjasama dengan AJI kali ini merupakan satu dari rangkaian kerjasama AAS dengan organisasi-organisasi media di tanah air.  “Sesuai dengan tujuan AAS untuk memajukan jurnalisme di tanah air, kami tidak ingin berhenti hanya pada pemberian penghargaan kepada mereka yang telah menghasilkan karya jurnalistik terbaik.  Kami juga ingin mendorong insan pers Indonesia untuk terus mengasah sensitivitas dalam mengungkapkan sebuah permasalahan di masyarakat.  Untuk itu, sebagai sebuah ajang yang independen, kami merasa sangat berterimakasih kepada AJI dan pihak-pihak lain yang  bersedia terlibat dalam program AAS untuk bersama-sama meningkatkan kualitas jurnaslitik  di tanah air,” ujar Yos A. Ginting.  

Di sisi lain, usulan kerjasama ini juga mendapat sambutan positif oleh AJI. “Kami melihat AAS sebagai sebuah ajang penghargaan yang memiliki visi yang sama dengan AJI yaitu mendorong peningkatan kualitas jurnalistik di Indonesia. Oleh sebab itu, kami menyambut baik kerjasama ini dan kami berharap dapat bersama-sama membangun pers Indonesia yang profesional dan berkualitas,” ujar Nezar Patria.

 Mengenai Anugerah Adiwarta Sampoerna

Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) merupakan sebuah ajang penghargaan dan kompetisi bergengsi bagi para jurnalis Indonesia. Ajang ini diadakan oleh PT HM Sampoerna Tbk. untuk mengapresiasi karya-karya jurnalistik, yang diharapkan dapat memotivasi para jurnalis untuk terus meningkatkan kualitas karya mereka. Ajang Anugerah Adiwarta Sampoerna merupakan program tahunan PT HM Sampoerna Tbk. yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2006. Untuk penyelenggaraan tahun ini, setiap peserta wajib mengirimkan karya yang sudah dipublikasikan di media selama periode 1 November 2010 hingga 15 Oktober 2011.

Mengenai Sampoerna untuk Indonesia

Sampoerna untuk Indonesia merupakan rangkaian kegiatan dan program yang dilaksanakan oleh PT HM Sampoerna Tbk. sebagai bentuk sumbangsih dan peran serta perusahaan dalam memajukan Bangsa dan masyarakat Indonesia, sekaligus untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi masyarakat agar dapat melakukan yang terbaik bagi dirinya sendiri dan bangsa Indonesia. Kegiatan dan program ”Sampoerna untuk Indonesia” mencakup berbagai bidang antara lain Pendidikan, Pelestarian Lingkungan, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Tanggap Darurat Bencana sekaligus juga penyelenggaraan ajang penghargaan karya jurnalistik ”Anugerah Adiwarta Sampoerna”.

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi:

PANITIA PENYELENGGARA ANUGERAH ADIWARTA SAMPOERNA 2011

Maverick │ Jl. Balitung III Nomor 8 Kebayoran Baru – Jakarta 12110 │ Tel. (021) 727 898 33 │ Fax. (021) 727 898 34 │Email: aas@maverick.co.idBlog: http://anugerahadiwarta.org/ External reference

Bagian External Communications Sampoerna di nomor telepon 021-5151234 atau melalui email ke contact@sampoerna.com 

Berita Pers Lainnya

Cookie Consent